Indonesia memasuki tahun pemilu, tahunnya kampanye dan tahunnya janji-janji muluk sang politisi. Lebih dari separuh tahun ini diisi dengan macam-macam kampanye caleg yang lucu, norak, gombal, narsis, ngga masuk akal hingga kehilangan akal. Lihat saja di http://www.calegindonesia.com
Aku jadi berpikir, seberapa besar pengorbanan yang akan dialaminya mengingat persaingan sudah semakin ketat. Jika mereka melenggang ke gedung rakyat apakah masih ingat dengan janji-janji mereka. Apakah tidak mungkin yang pertama kali dipikirkannya adalah bagaimana bisa menarik modal apa yang sudah dikorbankan demi mengumbar janji untuk duduk di kursi selebriti dewan yang terhormat.
Entahlah.... bahkan aku sendiri juga sangsi dengan integritas mereka. Persetan dech caleg mau ngomong apa kalau mereka sendiri 'sebenarnya' tidak paham dengan Indonesia.
Aku jadi inget dengan kalimat janji ini : ".... Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu..." .
Indonesia sudah terlalu lama menanggung letih dan lesu apalagi beban beratnya semakin hari semakin bertambah. Apakah caleg-caleg yang gambarnya terpampang di sudut-sudut jalan itu mampu memberikan kelegaan untuk Indonesia. Jika tidak dan malah menambah beban saja sebaiknya copot saja gambar-gambar itu dan ganti dengan gambar monyet sebab barangkali dia bisa memberikan kelegaan itu. .... Kepada siapa sebenarnya kuk yang terpasang itu akan dipikul??
Andaikan pelantun kalimat itu ada di sini, di Indonesia ini, seharusnya aku menyerahkan Indonesia kepadanya, tidak kepada caleg-caleg itu yang paling kerjanya cuma bisa tidur di kursi dewan. Mungkin tidak juga kepada presiden sebab musuhnya terlalu banyak. Sanggupkah dia??
Entahlah.... sementara itu waktu terus berjalan menuju hari penyerahan diri Indonesia. Ke pundak siapa beban itu akan dipikul?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment