Friday, May 09, 2008

NICODEMUS, ORANG KUDUS DARI KAUM YAHUDI

Santo Nicodemus adalah orang Yahudi dari golongan Farisi yang tinggal dan hidup di kota Yerusalem pada abad pertama. Ia juga adalah anggota Sanhedrin yaitu lembaga Mahkamah Agama Yahudi, yang sangat terkemuka pada masa Kristus. Dalam kapasitasnya di Sanhedrin, ia adalah pemimpin Yahudi. Dalam kitab Injil, ia hanya disebut dalam Injil Yohanes saja. Encyclopedia Yahudi dan beberapa sejarawan Injil memperkirakan bahwa ia bernama lengkap Nicodemus ben Gurion di mana dalam kitab Talmud dikisahkan sebagai orang kudus yang populer dan kaya yang dianggap mempunyai kuasa-kuasa yang ajaib.

Tidak ada sumber informasi yang jelas tentang Nicodemus ini di luar Injil Yohanes, namun Josephus Flavius, sejarahwan Yahudi, mencatat bahwa Nicodemus ternyata seorang yang kaya dan merupakan figur orang terhormat. Ia dikenal karena kedermawanan dan kekudusannya. Josephus Flavius juga mencatat bahwa Nicodemus pernah menjadi duta besar yang dikirim Aristobulus ke Pompey. Hal ini diduga karena format nama Ibrani dari Nicodemus yaitu Naqdimon, ditemukan dalam Kitab Talmud Yahudi.

Dunia politik yang digeluti semenjak menjadi anggota Sanhedrin dari faksi Farisi terbilang cukup meyakinkan. Ia adalah musuh orang Zealot, yaitu kaum Yahudi fanatik, dan pemberontak melawan kekaisaran Roma yang akhirnya mendorong pada penghancuran Jerusalem.

Ketika Vespasianus menjadi kaisar Roma, Nicodemus berdamai dengan Titus, putra kaisar, yang melaksanakan peperangan itu. Ia justru menghasut terhadap tuntutan perang orang Zealots. Dalam suatu pembalasan, Nicodemus dan teman-temannya membinasakan gudang perbekalan di mana mereka dikumpulkan untuk dikubur.

Ada 4 hal yang menjadi catatan khusus tentang Nicodemus ini adalah :
1. dia adalah wakil dari "penguasa bangsa Yahudi" yang belajar dari Yesus apa yang dimaksud dengan “kelahiran kembali oleh baptis", seolah-olah sebuah ajaran nabi yang sama sekali tidak diketahuinya. Beberapa penulis dan sejarahwan menduga bahwa Nicodemus ini orang yang cukup berumur, dari pertanyaannya: "Bagaimana mungkin seorang manusia dilahirkan kembali ketika ia sudah tua?". Ia muncul dalam percakapan ini sebagai orang percaya yang cerdas dan terpelajar, tetapi takut dan tidak mudah menjalankan misteri iman yang baru.
2. bagaimana ia melakukan kunjungannya kepada Yesus di waktu malam hari, supaya ia tidak dikenali sebagai salah satu murid. Kitab Suci tidak mengatakan mengapa ia pergi pada malam hari, tetapi kita mengetahui bahwa para pemimpin Yahudi marah terhadap Yesus dan mereka sedang mencari suatu cara untuk menangkap dia. Barangkali Nicodemus takut untuk pergi kepada Yesus di muka umum pada siang hari.
3. dia tampil di Sanhedrin untuk menawarkan suatu pembelaan terhadap Yesus ketika para imam berencana akan menangkap Yesus; dan kita boleh menyimpulkan dari perjalanan ini bahwa ia telah memeluk kebenaran ini secara penuh secepat yang diberitahukan kepadanya.
4. ketika ia dan Joseph Arimathea diuraikan seperti bertanggung jawab atas jenazah Yesus dalam rangka menyiapkan penguburan yang pantas. Mereka meminta jenazah Yesus kepada Pilatus untuk disemayamkan dan Pilatus menyetujuinya. Jelaslah bahwa hanya sosok orang yang memiliki keunggulan seperti itu setidaknya seorang figur yang terkenal di masyarakat Yahudi saat itu yang berani memintanya kepada Pilatus mengingat penyaliban Yesus ini menggemparkan kota Yerusalem karena dianggap musuh utama Yahudi.

Ketika Nicodemus berdiskusi dengan Yesus, ia mengatakan kepada Yesus bahwa Tuhan sungguh ada bersama dia, ia tidak akan mampu melakukan semua yang bagus yang Yesus lakukan. Kemudian Yesus mulai mengajarnya. Ia menceritakan kepada Nicodemus bahwa jika seseorang ingin melihat kerajaan Allah, ia harus dilahirkan lagi. Nicodemus hanya bisa membayangkan dirinya menjadi suatu bayi lagi. Bagaimana ini bisa? Itu nampak seperti suatu hal yang mustahil untuk seorang yang sudah besar untuk dilahirkan lagi!

Diskusinya dengan Yesus adalah sumber inspirasi dari beberapa ungkapan umum Kekristenan jaman ini, khususnya, ungkapan kata ‘dilahirkan kembali’ digunakan untuk menjelaskan pengalaman iman akan sang Penolong, dan digunakan untuk menguraikan Rencana Keselamatan Tuhan.

Ketika proses penyaliban Yesus sudah mencapai titik akhir, selain keluarga Yesus dan Yohanes, satu diantara para rasul, menyaksikan peristiwa itu, hadir juga Nicodemus dan Joseph Arimathea. Namun hanya Nicodemus dan Joseph Arimathea sebagai murid Yesus yang tersembunyi yang berani meminta jenazah Yesus kepada Pilatus dan berinisiatif untuk mengurus jenazah itu dari mengurapiNya dengan rempah-rempah, minyak mur dan minyak gaharu hingga menguburkannya di tempat yang layak.

Tak ada yang mencatat kapan saat kematian Nicodemus. Gereja Katolik Roma dan Gereja Orthodox Timur menyatakan Nicodemus sebagai orang kudus. Martyrology Gereja Katolik Roma memperingati temuan jenazahnya, bersama-sama dengan jenazah St. Stephanus, Gamaliel, dan Abibo, pada tanggal 3 Agustus sementara Gereja Orthodox merayakannya pada Minggu Myrrhbearing, yaitu minggu ketiga sesudah Paska dan juga pada tanggal 2 Agustus, di mana tradisi Gereja menyatakan saat jenazahnya telah ditemukan. Catatan Ensiklopedia orang kudus menyatakan bahwa tanggal 27 Maret adalah pesta St. Nicodemus. Kemungkinan pada tanggal itulah pesta peringatan itu dirayakan bersamaan dengan Minggu Myrrhbearing Gereja Orthodox.

Sumber :
1. situs http://en.wikipedia.org
2. situs http://www.newadvent.org
3. situs http://jewishencyclopedia.com
4. ensiklopedi orang kudus

0 komentar: