Wednesday, July 12, 2006


DA VINCI CODE PHOBIA HA..HA..HA.. (2)
Kuper atau Telmi

Seorang anak SMA berumur sekitar 18 tahunan bertanya demikian kepadaku :
"Mas, Da Vinci Code itu apaan sih? Kokh kayaknya heboh banget di luar sana (maksudnya masyarakat/publik) yang mempermasalahkan Yesus dengan Maria Magdalena. Emangnya apa hubungannya Yesus, Maria Magdalena dengan Leonardo Da Vinci? Khan antara mereka saja hidupnya berbeda jaman."

Hah? Hari gini, ngga tahu Da Vinci Code itu apaan? Ke mana aja luh?, pikirku dalam hati. Aku hanya senyum lalu balik bertanya : "Kamu benar-benar ngga tahu?

Dia benar-benar menggeleng-gelengkan kepalanya dengan wajah memelas seolah ingin meminta informasi maha penting. Lalu aku menyahut lagi : "Bagaimana aku harus menerangkan kepadamu kalau tidak ada secuil informasipun yang kamu dapatkan untuk melengkapi ketidaktahuanmu. Aku takut kamu malah semakin tidak mengerti."

"Tapi saya sudah baca kisah tentang Yesus dan Maria Magdalena ini di Kitab Injil."

"Lalu?"

"Maksud saya, apa hubungannya dengan Leonardo da Vinci?"

"Hubungan antara mereka (Yesus/Maria Magdalena vs Leonardo da Vinci) ngga ada. Faktanya sendiri ngga bisa di-approve. Yang ada cuma rekayasa sejarah."

"Maksudnya?"

"Da Vinci Code hanya sebuah novel yang isinya merupakan ide atau khayalan penulis yang sedapat mungkin bisa digothak gathukkan saja"

Anak muda ini sepertinya belum puas dengan jawabku. Lalu dia bertanya lagi :
"Lalu kenapa semua orang menghebohkan buku ini kalau isinya cuma rekayasa ide seseorang?"

"Itulah kelemahan orang yang tidak tahu atau sedikit tahu tentang sesuatu tetapi menjadi sok tahu sehingga ketika ada informasi yang belum pasti diketahuinya diakuinya sebagai fakta. Akhirnya dia tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang cuma isapan jempol."

"Maksudnya?"

"Hati-hati, selain mendengar, iman juga bisa tumbuh dari membaca. Kalau orang membaca buku yang benar, maka imannya pasti akan benar tetapi jika orang salah membaca maka akan ada potensi penyimpangan dalam merefleksikan imannya. Jika kamu belum siap membacanya janganlah membaca."

0 komentar: